light novel: volume 1 "kekosongan tak berujung"
Seelenfrieden yang dalam bahasa jerman berarti "tentram" merupakan desa kecil di pinggiran kota hamburg, jerman yang tenang dan jauh dari hirup pikup kota pada pertengahan abad 18. Suatu saat terjadi peristiwa yang tidak biasa, sebuah rumah yang dihuni oleh satu keluarga tiba - tiba saja meledak dengan sangat keras, "ddduuuuuaarrrrr" begitu lah kira - kira suara yang terdengar dari kejauhan. kejadian tersebut membuat seisi desa ramai dan panik, "tolong jangan berlarian dan segera padamkan api di rumah abelard" suruh kepala desa terhadap warga desa sekitar, kemudian mereka segera gotong royong untuk memadamkan api yang berkobar. Kepala desa dan warga menyisir kedalam reruntuhan rumah untuk mencari orang yang mungkin selamat, namun mereka tidak menemukan siapapun di sana. "kenapa bisa begini?apakah semua orang ikut meledak, kalau begitu kenapa tidak ada bekas - bekas tubuh di dalam rumah ini" kata kepala desa yang merasa bingung bersama warga lain yang ikut mencari. Suatu tempat yang gelap dan entah di mana, archard terbangun karena suara lirih yang memanggil namanya, "archard . . . .archard ....", berfikir bahwa suara tersebut adalah ayahnya lalu archad terbangun, "ayah . . .ibu . . . .kakak andreas . . ." cari archard sambil bingung dan mencoba melihat di tempat gelap dan remang sendirian. lalu dari kejauhan terlihat bayangan laki - laki dengan setelan jas komplit menyapa "selamat datang, tuan", merasa aneh dengan bayangan tersebut archard mencoba menjauh ketika bayangan tersebut sedikit demi sedikit mendekat, "siapa kau?, dimana ayah?, dimana ibu? dimna aku? kakak andreas . . . ." hanya kata - kata tersebut yang bisa keluar dari mulut archard. "kamu sudah mati, dan mereka semua mati, " bayangan tersebut berkata kepada archard. "bohong,dimana kakak?" jawab archard sambil mencoba mengingat apa yang baru saja terjadi, ketika itu pula dia tersadar bahwa rumah mereka meledak ketika mereka sekeluarga membuka hadiah yang dikirimkan oleh rekan kerja ayahnya. "apa kau tidak ingat bahwa kalian meledak bersama dengan rumah kalian" di iringi dengan senyum yang menyeramkan oleh bayangan itu. setelaj archard tenang dia bertanya "lalu kamu siapa dan ini dimana?", "tempat ini adalah perbatasan antara kematian dan kehidupan, dan aku adalah makhluk yang akan menyeret jiwa penasaran yang ingin membalaskan dendamny di dunia" jawabnya. "kenapa aku disini?kenapa aku tidak bersama dengan yang lain jika mereka juga mati sepertiku" archard bingung."sepertinya kau tidak puas dengan kehidupanmu, dan ini membawa kamu diperbatasan ini" bayanyan tersebut coba untuk menjelaskan, archard masih bingung dan coba mencerna "ehmm". Lalu bayangan itu menyodorkan tangannya dan bertanya kepada archard yang masih kebingungan "tuan, kenapa tidak kamu balaskan dendam keluargamu dengan mengikat perjanjian denganku?"(disertai dengan senyum yang tidak mengenakan untuk dilihat). bersambung . .. . . .
cerita ini hanya fiksi belaka dan hanya untuk kesenangan pribadi, jika ada kesamaan nama, tempat, kondisi, dan cerita sepenuhnya kebetulan dan tidak ada usnur kesengajaan sama sekali.
tokoh : abelard : ayah
sonya : ibu
andreas : kakak
archard : adik
bayangan hitam orang berjas lengkap : D.F
setting waktu : 1803
setting tempat : desa Seelenfrieden, hamburg, jerman
Komentar
Posting Komentar